Analisa Sinetron
Sinetron
"Tukang Ojek Pengkolan" merupakan serial yang berasal dari
Indonesia dengan genre Comedy dan Drama.Sinetron ini tayang di RCTI mulai Pukul
16.00 hingga 18.00 dan di Produksi oleh MNC Pictures. Sinetron ini menceritakan
tentang kehidupan pasangan muda bernama Rojak (Ojak) dan Tati di sebuah kampung
yang berada di belakang gedung-gedung perkantoran Jakarta,. Untuk mencari
nafkah, Ojak bekerja sebagai tukang ojek yang berpangkalan di ujung jalan yaitu
masuk ke kampung jalan Rawa Bebek, bersama dua rekannya, Purnomo (Pur) dan
Sutisna (Tisna). Ternyata pernikahan Tati dengan Ojak tidak direstui oleh Ibu
Tati yang biasa di sapa Emak yang menginginkan Tati menikah dengan pria yang
lebih mapan. Namun karena cinta dan sayang sama Ojak, Tati memilih Ojak, meski
dengan resiko hidup mereka pas-pasan, karena meski Ojak punya ijazah D3, tetapi
sampai sekarang belum dapat pekerjaan yang layak. Hal inilah yang menjadi
perseteruan antara Emak dan menantunya, Ojak. Emak, meski tidak frontal,
berusaha secara terus-menerus menekan Ojak agar menafkahi istrinya dengan
layak, bisa membeli rumah sendiri dan tak terus-terusan ngontrak rumah.
6 perspektif
dalam hal melihat media massa menurut McQuail :
1. Windows (jendela)
Dari sinetron ini saya dapat saya dapat mengetahui gambaran kehidupan
perkampungan di belakang gedung-gedung perkantoran Jakarta dan kehidupan
sehari-hari Ojak serta teman-temannya saat bekerja sebagai tukang ojek di
pangkalan ojek Rawa Bebek.
2. Mirror ( Cermin)
Sinetron ini juga merefleksikan realitas peristiwa yang terjadi sesuai
dengan kehidupan nyata apa adanya. Dapat dilihat dari berbagai scene saat Emak
berusaha menuntut Ojak agar dapat mencari pekerjaan yang lebih baik padahal
Ojak sudah berusaha dengan keras, namun terkadang membuat Ojak merasa kesal
karena Emak tidak menghargai usahanya, pada kenyataannya ada banyak mertua yang
menutut hal semacam ini.
3. Filter (gatekeeper)
Media massa menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak.
Dalam sinetron ini penonton disuguhi berbagai informasi yang tengah hangat
dimasyarakat, seperti munculnya transportasi online yang di pandang sebagai
saingan oleh tukang ojek pengkolan. Tapi tidak menampilkan issu-issu politik
yang dapat meresahkan masyarakat.
4. Signpost (penunjuk arah)
Media massa seringkali pula dipandang sebagai penunjuk arah, yang
menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternatif
yang beragam. Seperti munculnya ojek online yang di pandang masyarakat sebagai
saingan tukang ojek pengkolan, dalam sinetron ini kita diberi solusi seperti
bergabungnya Purnomo salah satu teman Ojak dalam perusahaan ojek online. Dan
tukang ojek pengkolan juga digambarkan tidak terlalu merasa terancam oleh
keberadaan ojek online.
5. Forum
Dalam sinetron ini banyak scene yang memberi informasi sehingga mendapat
tanggapan atau umpan balik dari masyarakat. Seperti saat Emak terus mendesak
Ojak untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, hal tersebut membuat masyarakat
ikut merasa kesal terhadap perilaku Emak kepada menantunya karena itu bukanlah
tindakan yang tepat, sehingga masyarakat akan memberi tanggapan atau umpan
balik.
6. Barriers
Sinetron Tukang Ojek Pengkolan ini tayang pada jam menjelang Magrib
sehingga banyak remaja yang lebih memilih untuk menonton sinetron ini daripada belajar.
Serta saat adanya pemberitahuan jika jam tayang sinetron ini di ubah sementara
waktu, para ibu rumah tangga yang sudah ada jadwal untuk melakukan pengajian
yang kebetulan berbarengan dengan jam tayang sinetron ini membuat mereka lebih
memilih untuk menyaksikan sinetron ini ketimbang datang ke acara pengajian.
Komentar
Posting Komentar